• Home
  • Kabar Blog
  • Music MP3
  • Piala Dunia 2010

Duet Lokal Diturunkan Persijap

Jepara - Persijap Jepara akan menurunkan duet striker lokal Noorhadi dan Johan Juansyah saat menjamu Persebaya pada laga lanjutan Djarum ISL 2009/2010 di Gelora Bumi Kartini, Jepara, Rabu (30/12).

Pelatih Persijap Jepara Junaidi ketika dihubungi, Senin (28/12) mengatakan, hal itu dilakukan karena penyerang asal Argentina, Pablo Frances tak bisa dimainkan akibat akumulasi kartu kuning.

“Absennya Pablo memang akan mempengaruhi tim, tetapi kami tidak akan bergantung pada satu-dua pemain, mengingat sepakbola adalah permainan kolektivitas,” kata Junaidi.

Menurut dia, dirinya sudah mempersiapkan pemain pengganti dan kemungkinan Noorhadi akan diduetkan dengan Johan. “Saya kira tidak masalah dengan absennya Pablo Frances,” katanya.

Mengenai ambisi Persebaya yang ingin menang, Junaidi mengatakan silakan saja tetapi dirinya akan berusaha agar itu tidak bisa terjadi. “Kita akan berusaha untuk mengalahkan mereka di sini,” katanya.

Menurut dia, target meraih kemenangan sangat mutlak karena timnya sudah banyak kehilangan angka saat main di kandang sendiri. Evaldo Silva dan kawan-kawan sudah kehilangan poin lima di kandang sendiri karena hanya bermain imbang lawan Persisam Samarinda (1-1) dan kalah dari Arema Malang (0-1).

Usai menjamu Persebaya Surabaya, tim Laskar Kalinyamat kembali akan menjamu Persik Kediri, Sabtu (2/1). Persijap Jepara masih bertengger pada peringkat ke-10 klasemen sementara dengan nilai 14 hasil dari 10 kali main, empat kali menang, dua kali seri, dan empat kali kalah.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persebaya Harus Menang

Surabaya - Persebaya Surabaya yang gagal meraih hasil maksimal pada dua laga kandang pekan lalu, wajib menang saat menghadapi tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (30/12).

Pelatih Persebaya Danurwindo yang ditemui usai memimpin sesi latihan terakhir jelang berangkat ke Jepara, Senin (28/12) mengatakan, timnya yang belum bisa tampil utuh di pertandingan nanti, harus bekerja keras untuk mengimbangi tekanan lawan.

Selain Ngon A Djam dan Anang Ma'ruf yang belum pulih dari cedera, Persebaya kembali harus kehilangan pemain bertahan Djayusman Triasdi yang dipanggil gabung tim nasional. Sedangkan penyerang asal Papua, Korinus Finkrew juga
diragukan bisa turun setelah mengalami masalah dengan otot kakinya. Mantan pemain Sriwijaya FC itu, juga absen latihan untuk menjalani terapi.

“Saya masih akan pantau perkembangan kondisi Korinus dalam dua hari ini, mudah-mudahan tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujar Danurwindo.

Sebagai pengganti Djayusman yang sempat tampil pertama kali saat Persebaya dikalahkan Persik Kediri pekan lalu, Danurwindo telah menyiapkan pemain jebolan tim PON Jatim, Sunaji.

“Seperti di pertandingan-pertandingan lainnya, kami tetap akan bermain untuk meraih kemenangan. Tinggal bagaimana memotivasi anak-anak supaya bisa tampil ngotot,” ucap mantan pelatih Persija Jakarta ini menambahkan.

“Melawan Persijap, kami tidak boleh lengah. Sebagai tim tamu, kami pasti akan banyak ditekan lawan tapi saya sudah siapkan strategi untuk mengantisipasi hal itu,” ujarnya.

Menyinggung kekuatan Persijap, Danurwindo menambahkan, calon lawannya itu punya materi pemain bagus dan mengandalkan kolektivitas tinggi dalam bermain.

Selain itu, catatan kemenangan Persijap di laga kandang juga perlu diwaspadai, yakni empat kali menang, sekali kalah dan sekali seri dalam enam laga musim ini.

“Meskipun pemain pilar mereka Pablo Frances absen, saya rasa kami tetap harus mewaspadai beberapa pemain lainnya, seperti Junior, Noorhadi, Phaitoon, dan Eki Nurhakim,” tandas Danurwindo.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

PSM Siap Jamu Persela dan Persijap di Bone

Makassar - PSM Makassar akan menjamu Persela Lamongan dan Persijap Jepara pada partai usiran di Bone. Menurut rencana, pasukan “Juku Eja” akan berangkat ke Bone, 5 Januari mendatang.

Pelatih PSM Hanafing di Makassar, Senin (28/12) mengatakan, skuadnya akan berangkat ke Bone, jika sampai tanggal 5 Januari nanti, Liga ternyata belum memberikan keputusan mengenai tempat pelaksanaan laga usiran menghadapi dua tim asal Jatim tersebut.

“Kita masih menunggu lokasi pertandingan usiran PSM menghadapi Persela dan Persijap. Namun PSM sebenarnya sangat berharap agar bisa menggelarnya di Stadion La Patau, Bone. Makanya kita siap ke sana lebih cepat untuk melakukan persiapan,” katanya.

Pihak PSM memang beberapa kali mengutarakan niatnya untuk menggelar pertandingan usiran di Sulsel. Selain faktor emosional, hal itu juga bisa menghemat biaya, apalagi belakangan ini PSM memang mengalami krisis pendanaan.

Namun itu masih harus menunggu keputusan Liga yang akan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Watampone tersebut.

Jika akhirnya ternyata stadion tersebut dinilai tidak sesuai standar yang telah ditetapkan, tentunya PSM diharuskan untuk berbesar hati dan menggelar laga tersebut sesuai ketetapan Liga selaku pihak yang berwenang.

Sementara Sekretaris Panpel pertandingan PSM Japri Y Timbo mengaku sangat yakin bahwa Stadion La Patau layak digunakan mengingat spesifikasi stadion maupun jaraknya dari kandang PSM sudah terpenuhi yakni tidak lebih dari 100 km.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Benny Dolo Intip Kekuatan Terakhir Oman

Timnas senior Indonesia segera menggelar pelatnas mulai Minggu (27/12) di Jakarta. Ada 22 pemain yang telah dipilih oleh pelatih Benny Dolo untuk persiapan menghadapi Oman pada laga kelima grup B Pra Piala Asia 2011, Rabu(6/1) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di awal masa pelatnas ini, pelatih Benny Dolo akan meninggalkan sejenak Bambang Pamungkas dkk. Pelatih yang juga duduk sebagai Direktur Teknik Persija ini akan terbang ke Singapura untuk menyaksikan laga uji coba antara Singapura vs Oman, Senin (28/12).

“ Kami akan mengintip kekuatan terakhir Oman. Dari hasil pengamatan itu, kita bisa menentukan taktik dan strategi yang akan kita terapkan saat bertemu di Jakarta,” kata Benny Dolo. Meski baru akan menentukan taktik dan strategi yang akan dipakai menghadapi Oman setelah menyaksikan mereka dalam uji coba, Benny Dolo menyatakan, pemain pilihan yang dipanggilnya sudah sesuai dengan pakem dasar permainan yang akan dipakainya.

“ Kita tetap akan berpegang pada pola 3-5-2 atau 4-4-2 yang sudah berjalan selama ini,” ungkap Benny Dolo.

Dalam laga menghadapi Oman ini, Benny Dolo tidak bisa memainkan beberapa pemain yang biasa menjadi starter. Ismed Sofyan terkena hukuman kartu merah, sementara Maman Abdurahman terkena akumulasi kartu kuning.

Untuk menutup lubang di lini belakang, Benny Dolo memasukkan dua nama muda jebolan timnas SEA Games 2009, Rahmat Latif dan Djayusman Triasdi. Dua lagi adalah pemai baru muka lama, Ahmad Kurniawan dan Christian Worabay.

Saat ini, Indonesia masih berada di posisi juru kunci klasemen grup B Pra PIala Asia 2011 dengan nilai tiga. Sedangkan Oman berada satu strip di atas Indonesia dengan nilai empat. Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Oman, 19 Januari 2009 lalu, kedua tim bermain imbang 0-0.

Skuad Timnas Indonesia

Penjaga gawang : Markus Harison, Ferry Rotinsulu, Achmad Kurniawan

Belakang : Christian Worabay, M Nasuha, Charis Yulianto, Nova Arianto, Djayusman Triasdi, Rahmat Latif, Isnan Ali, M Ridwan

Tengah : Ponaryo Astaman, Hariono, Firman Utina, Eka Ramdani, Syamsul Cherudin, Muhammad Ilham

Depan : Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, TA Mushafry

sumber : http://suporter.info
Read More

Persib Ditinggalkan Trio Pemain Asing

VIVAnews - Trio pemain asing: Hilton Moreira, Suchao Nuchnum dan Sintaweechai 'Kosin' Hathairattanakool akan meninggalkan Persib Bandung seusai laga melawan Persema Malang, Rabu 23 Desember 2009. Mereka punya alasan masing-masing.

Yang jelas, trio Hilton, Suchao dan Kosin akan pulang kampung. Hilton akan menjenguk keluarganya di Sao Paulo, Brasil dan meninggalkan Indonesia pada 24 Desember 2009.

Dua pemain Thailand, Suchao dan Kosin juga pulang pada 26 Desember 2009. Mereka mudik dalam rangka persiapan timnas Thailand melawan Yordania pada kualifikasi Piala Asia 2011 di Bangkok, 6 Januari 2010.

Rencananya, Hilton kembali ke Indonesia pada 3 Januari 2010, sedangkan Kosin dan Suchao pada 7 Januari. Setelah melawan Persema, Persib akan kembali bertanding di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 melawan Persija Jakarta pada 9 Januari 2010.

"Rencananya, saya ingin pulang ke Brasil. Saya sudah kangen dengan keluarga di sana," kata Hilton di situs Persib.

Hilton mengaku sangat ingin melihat perkembangan putra pertamanya yang telah berusia lima bulan. Sejak kembali ke Indonesia, dia hanya mengetahui perkembangan anaknya melalui telepon.

Kendati selalu ingat keluarganya, Hilton belum berencana untuk memboyong istri dan anaknya ke Indonesia. Hilton lebih memilih anaknya dibesarkan di Brasil.


sumber : http://bola.vivanews.com
Read More

Persija vs Persitara Tidak Dapat Izin

VIVAnews - Partai derby Jakarta antara Persija kontra Persitara batal digelar pada Rabu, 23 Desember 2009. Belum ditentukan kapan jadwal baru untuk dua tim ibukota ini.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan kalau panitia tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk menggelar partai ini. Pertandingan ini semula dijadwalkan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Liga akan memanggil kedua tim untuk membahas kapan tanggal penggantinya. Usulannya belum ada, kami akan bertemu dulu (dengan Persija dan Persitara)," kata Joko.

Tidak keluarnya izin dari pihak keamanan karena jadwal pertandingan terlalu dekat dengan Hari Raya Natal dan tahun baru. Pada H-7 hingga H+7, konsentrasi kepolisian difokuskan untuk menjaga keamanan di tempat-tempat umum yang lain.


sumber : http://bola.vivanews.com
Read More

PSM Putus Kontrak Daryoush dan Baroni

Dianggap gagal memberikan kontribusi berarti bagi tim di Liga Super Indonesia, dua pemain asing PSM Makassar yakni Daryoush "Dariu" Ayyoubi (Iran) dan Daniel Suarez Baroni (Brasil) diputus kontraknya, Senin (21/12).

Keputusan itu diambil dalam rapat tertutup yang digelar Senin tadi malam di Kafe Toraja Mall Ratu Indah, Makassar. Rapat itu sendiri dipimpin langsung Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, didampingi para asistennya, Faisal Maming, Syahrir Cakkari, Suhardi Hamid, Abdi Tunggal, pelatih dan seluruh jajaran asisten pelatih.

Selain membahas soal kontrak Dariu-Baroni, dibicarakan pula rencana perekrutan pemain di transfer window dan mereview ulang kontrak apparel tim PSM dengan Specs selaku sponsor.

"Pemutusan kontrak keduanya memang belum resmi karena yang berwenang melakukannya adalah Pak Ilham Arif Sirajuddin selaku Ketua Umum PSM," kata Manajer Hendra Sirajuddin.

Masalah ini sebelumnya menjadi berlarut-larut karena draft kontrak asli kedua pemain tersebut masih dipegang Manajer lama, Kadir Halid.

"Ada beberapa poin yang mesti dipelajari lebih detail," lanjut Hendra.

Dariu tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di PSM dengan menerima gaji sekitar Rp. 40 juta per bulan dengan kontrak Rp. 780 juta semusim. Sedangkan untuk Baroni, ia mendapat Rp. 34 juta per bulan atau Rp. 500 juta semusim.

Dengan keputusan ini, PSM wajib membayar kompensasi masing-masing satu bulan gaji. Namun jika mereka melapor ke FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) terkait dengan pemutusan kontrak itu, PSM siap membayar penuh.

Kasus ini ternyat bukan kali pertama terjadi. PSM pernah kalah dalam kasus Leo Chitescu (Rumania) yang menuntut gaji sisa di PSM sebelum dipinjamkan ke Persib Bandung. FIFA mewajibkan PSM untuk membayar sisa gaji Leo dan itu sudah dipenuhi.


sumber : http://biangbola.com
Read More

Bontang FC vs Pelita Jaya

Karawang - Bontang FC berhasil mencuri satu poin dari tuan rumah Pelita Jaya dalam laga di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Rabu (16/12). Satria Feri dan kawan-kawan mampu menahan imbang Pelita Jaya 0-0. Hasil itu sesuai target pelatih Fachri Husaeni yang ingin mencuri poin dari tuan rumah.

Bontang FC bermain bertahan dengan pola 4-5-1 sejak peluit babak pertama dibunyikan. “Kami tampil mengecewakan hari ini, banyak peluang yang tidak bisa jadi gol," ujar Fachri menanggapi permainan timnya.

Dengan hasil tersebut, Pelita Jaya sulit beranjak dari zona degradasi. Dari 11 laga yang telah dijalani, Pelita Jaya baru mengumpulkan tujuh poin, hasil dari sekali menang dan empat kali seri.


sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persijap vs Persema 3-1

Jepara - Tuan rumah Persijap Jepara berhasil memenuhi ambisinya meraih angka penuh. Dalam duel lanjutan Djarum Indonesia Super League 2009/2010 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (16/12), Persijap membungkam tamunya Persema Malang, 3-1.

Pada babak pertama, Persema lebih mendomisi pertandingan. Tim besutan pelatih Subangkit ini kerab menciptakan peluang melalui Robby Gaspar, Sutaji, Bima Sakti, Siswanto, Jairon Falenciano, dan Brima Pepito Sanusi. Sayang, tak satu pun kesempatan yang ada bisa dimaksimalkan.

Meskipun tampil kurang bagus, Persijap juga mendapatkan dua peluang melalui Noorhadi setelah menerima umpan dari Pablo Francis yang lolos dari jebakan off side. Tetapi tendangan Noorhadi berhasil ditangkap kiper Persema I Komang Putra. Kemudian tendangan keras Nurul Huda dari jarak jauh memaksa kiper Persema tersebut menjatuhkan diri untuk menghalau bola yang berjalan dengan kencang.

Memasuki babak kedua, tuan rumah terlihat mulai menemukan pola permainan terbaiknya. Gol yang dinantikan tiba pada menit ke-59, ketika bola sundulan Pablo Francis yang menerima umpan Phaytoon Tiabma tak bisa dihalau I Komang Putra.

Persijap menambah kemenangan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Johan Juansyah yang masuk menggantikan Noorhadi pada menit ke-59. Gol tersebut terjadi setelah mendapat umpan Dari Isdiantono yang manyisiir dari sisi kanan pertahanan Persema.

Persema memperkecil ketinggalannya melalui gol tendangan jarak jauh yang dilakukan pemain belakang Seme Pierre Patrick menit ke-74. Gol ketiga Persijap kembali diciptakan Pablo Francis pada menit ke-88 setelah memanfaatkan salah pengertian antara Bima Sakti dengan I Komang Putra. Bima bermaksud mengumpan bola kepada kiper Komang tetapi Pablo menyerobot dan menendang bola ke arah gawang Persema.


sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persik vs PSM

Kediri - Persik Kediri tampil maksimal saat mengalahkan PSM Makassar 4-0 dalam laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/12). Dua gol diciptakan oleh striker termuda yang juga pemain Tim Nasional U-23 Yongki Aribowo. Satu gol dipersembahkan oleh striker Patricio Morales dan satu lagi gol tambahan ditorehkan oleh pemain lini belakang OK John melalui tendangan penalti.

Laga antara Persik dan PSM berjalan sangat atraktif. PSM berupaya menguasai lapangan dengan memainkan variasi tempo cepat dan lambat. Namun tim tuan rumah yang membangun serangan dengan lebih hati-hati, berhasil mencuri poin di menit pertama melalui tendangan Yongki Aribowo.

Pada menit ke-26 Persik kembali menyarangkan gol ke gawang PSM yang dikawal ketat oleh kiper Samsidar melalui sundulan kepala Patricio Morales. Gol kedua ini semakin memantapkan kemenangan Persik.

Seusai turun minum, PSM meningkatkan tempo permainan. Beberapa kali para pemain penyerang PSM mencoba menekan lini pertahanan Persik. Sejumlah pemain tengah dan pemain belakang tim asal pulau Sulawesi ini terlihat membantu penyerangan.
Namun, sangat disayangkan keikutsertaan para pemain belakang dan pemain lini tengah membantu penyerangan ini justru menjadi bumerang bagi PSM. Ketidakdisiplinan pemain yang meninggalkan posnya masing-masing, membuat pemain Persik leluasa melanc arkan serangan balasan.

Pada menit ke-89 Yongki Aribowo kembali menjebol gawang PSM melalui tendangan langsung jarak jauh dari luar kotak penalti setelah berhasil melewati lini pertahanan. Kemenangan Persik pun semakin kuat dengan keunggulan 3-0.
Tidak disangka, di pengujung pertandingan, Persik malah mendapat hadiah penalti yang dieksekusi oleh OK John pada menit ke-90. Penalti diberikan atas pelanggaran kiper Samsidar terhadap pemain Persik Wawan Widiantoro.
Duel Persik melawan PSM berlangsung keras. Hal itu bisa dilihat dari empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit dan satu kartu merah yang dihadiahkan kepada pemain belakang Persik Gunawan Dwi Cahyo.

Pelatih Persik Gusnul Yakin mengaku sangat puas. Menurutnya kemenangan pada pertandingan melawan PSM merupakan buah kesabaran dari para pemain Persik. Dengan 10 pemain di babak kedua, karena satu pemain diganjar kartu merah, kami tetap bisa memukul lawan. Ini berkat kesabaran dan kedisiplinan pemain untuk mematuhi zona masing-masing, ujarnya.
Sementara itu pelatih PSM Hanafing dengan wajah kusut mengakui jika permainan timnya sangat kacau. “Ketika Persik main 10 orang, kita punya peluang. Tapi karena anak-anak tidak disiplin, mereka justru kebobolan. Dua gol yang terakhir itu terjadi karena kesalahan kita sendiri,” tandasnya.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Sriwijaya FC vs Pesema

Palembang (ANTARA) - Laga Sriwijaya FC melawan Pesema di Malang, Jawa Timur,Miggu sekitar pukul 15.30 WIB, menjadi kesempatan kapten Tim Nasional U-23 Tony Sucipto untuk melampiaskan kegagalannya di SEA Games XXV di Laos beberapa waktu lalu.

"Saya merasa termotivasi untuk menang pada saat melawan Persema nanti. Karena kegagalan di SEA Games pekan lalau, terlalu menyakitkan saya," ujar dia yang dihubungi dari Palembang, Minggu pagi.

Dia mengatakan, hanya sebuah kemenangan yang dapat membuatnya bangkit dari keterpurukan sehingga kembali percaya diri.

"Kegagalan kami tidak lolos ke babak kedua, seolah membuat energi saya tertahan. Laga melawan Persema ini adalah kesempatan saya untuk menumpahkannya," ujar mantan pemain Persijatim ini.

Dia pun berharap pelatih SFC Rahmad Darmawan dapat memberikan kepercayaan.

"Jika diberikan kepercayaan oleh pelatih, maka saya akan bermain sebaik mungkin. Bermain maksimal dan meraih poin penuh di laga tandang nanti menjadi target tim dan saya secara pribadi," tegas Tony.

Dia pun mengaku siap diturunkan diposisi manapun, baik sebagai starter (pemain inti) maupun pengganti.

"Intinya saya siap bermain dan memberikan yang terbaik untuk SFC," kata pemuda lajang usia 23 tahun ini.

Tony Sucipto menjadi suntikan tenaga baru di lini tengah "Laskar Wong Kito".

Masuknya kapten Timnas U-23 ini membuat lini tengah SFC semakin solid.

Dia memiliki kemampuan sebagai gelandang bertahan sekaligus sebagai pengatur serangan, yang dapat diturunkan di beberapa lini seperti sayap kanan, sayap kiri, bek tengah bahkan sebagai penyerang.

"Tony memiliki karakter yang sama dengan Ponaryo. Bergabungnya dia akan semakin membuat lini tengah SFC menjadi solid," kata Rahmad Darmawan.

Menurut dia, keduanya memiliki karakter yang relatif sama, bagus dapat membawa bola, mengumpan, dan tahu kapan bola harus langsung dilepas, atau ditahan di lini tengah sebelum di kirim ke lini depan.



sumber :
http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=1&.tm=1261360640&.rand=7urdfq10fmlcv
http://antaranews.com
Read More

PSS Sleman Terancam Tak Bisa Lanjutkan Kompetisi

Sleman (ANTARA News) - PSS Sleman Yogyakarta terancam tidak bisa melanjutkan keikutsertaannya dalam kompetisi divisi Liga Indonesia 2009/2010 karena DPRD mengisyaratkan menolak bantuan anggaran pemerintah untuk kesebelasan ini.

"Kami tidak tahu apakah masih dapat bertahan dan melanjutkan berkiprah dalam kompetisi nanti, karena dalam paripurna DPRD Sleman hari ini hampir semua fraksi menolak usulan Pemkab Sleman untuk menganggarkan bantuan bagi PSS Sleman," kata General Manajer PSS Sleman, Joko Handoyo, Senin.

Anggaran yang dibutuhkan PSS Sleman untuk mengikuti kompetisi liga mencapai sekitar Rp5 miliar dan itu sulit dipenuhi oleh tim.

"Saat ini penggalangan dana dari sponsor maupun yang lainnya hanya mampu menghimpun dana sekitar Rp500 juta, dan ini sangat tidak mungkin untuk melanjutkan kiprah PSS dalam Liga Indonesia," katanya.

Joko Handoyo berharap apabila pengajuan bantuan anggaran ditolak, pihaknya bisa mendapatkan solusi sumber dana lain agar PSS Sleman bisa tetap berlaga.

"Semisal tidak mungkin mengalokasikan dana bantuan secara langsung karena terkendala masalah peraturan Mendagri, maka diharapkan ada solusi lain, misalnya melalui dana bantuan untuk KONI yang sebagian kemudian dihibahkan untuk PSS Sleman," katanya.

Joko mengatakan, sampai saat ini pihaknya memang masih terus berupaya untuk mencari dana baik dari sponsor maupun donatur lainnya untuk membantu pendanaan dan operasional PSS Sleman.

"Saat ini dengan materi pemain lokal saja kami sudah cukup sulit dalam pendanaan, kadang kami kasihan dengan pemain yang sudah berjuang ekstra keras hingga memperoleh hasil terbaik namun hanya mendapatkan bonus makan bersama di sebuah rumah makan," katanya.
(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

Deltras Kalahkan Persiba Setelah Dapat Penalti

Sidoarjo (ANTARA News) - Tuan rumah Deltras Sidoarjo sukses mengalahkan Persiba Bantul pada laga Divisi Utama 2009/2010, Senin, setelah mendapatkan hadiah penalti untuk meraih kemenangan tipis 2-1 (0-1).

Penalti diberikan wasit setelah kapten tim Deltras Ferry Aman Saragih dijatuhkan kiper Wahyu Tri Nugroho di kotak terlarang pada menit ke-78.

Pemain Persiba melancarkan protes atas keputusan tersebut, namun tidak bisa mengubah wasit.

Satyo Husodo yang mengambil eksekusi penalti berhasil menyarangkan gol dan membawa Deltras berbalik memimpin 2-1.

Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Deltras di kandang sendiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo, setelah menang atas Pro Duta 2-0 beberapa hari sebelumnya.

"Selamat buat Deltras atas kemenangannya, tapi saya tidak mau komentar soal wasit, termasuk penalti tadi," kata pelatih Persiba Eduard Tjong usai pertandingan.

Persiba sempat mencuri gol pada menit ke-14 melalui Ugik Sugianto dengan memanfaatkan kelemahan lini belakang Deltras.

Tuan rumah berusaha mengejar, namun kerja sama yang buruk dan penyelesaian akhir yang tidak terarah, membuat sejumlah tekanan sering kandas.

Deltras baru bisa menyamakan skor pada menit ke-62 lewat tandukkan pemain asal Liberia, Sackie Doe, meneruskan tendangan bebas Roberto Kwateh.

Sackie Doe kemudian harus ditarik ke luar lapangan menjelang laga usai, karena mengalami hamstring (otot paha tertarik).

"Terus terang permainan anak-anak memang tidak bagus, karena tiga pemain asing yang diturunkan masih belum padu dengan pemain lain," kata pelatih Deltras, Nus Yadera usai pertandingan.

Selain Sackie Doe, Deltras juga memainkan Roberto Kwateh dan Adolfo Marsal. Namun, penampilan ketiganya masih jauh dari harapan, bahkan sering melakukan kesalahan mendasar.
(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

Persipura Kalahkan Persib 1-0

Makassar (ANTARA News) - Juara bertahan Persipura Jayapura sukses mengalahkan Persib Bandung dengan kemenangan tipis 1-0 pada laga lanjutan Superliga di Stadion Andi Mattalatta, Makasar, Minggu malam.

Tampil di hadapan ratusan suporter fanatiknya, Persipura langsung mengambil inisiatif untuk tampil menyerang dan memaksakan gol, namun pertahanan Persib yang digalang Maman Abdurrahman dan kawan-kawan masih terlalu kuat untuk bisa ditembus para penyerang Mutiara Hitam.

Sejak memasuki babak awal, sejumlah peluang sempat lahir dari para pemain Persipura, seperti pada menit ke 10, melalui tendangan pojok kapten Persipura Edward Ivak yang begitu matang, berhasil disambut dengan sundulan kepala Bio Paulin, namun sayang sundulannya masih melebar dari gawang Shintaweehai.

Begitupun dengan peluang Alberto Goncalves yang mendapat sodoran bola dari Ian Kabes dari tengah lapangan pada menit ke 23 dan 47, namun kekurang tenangan Beto membuat gawang Persib masih tetap terjaga dengan baik.

Sementara Persib yang pada laga kali ini terlihat menumpuk pemain di tengah lapangan, sebenarnya memperlihatkan perlawanan yang baik, bahkan mereka juga tak ketinggalan untuk menciptakan sejumlah peluang.

Peluang pertama lahir dari Hilton Moreira pada menit ke 17, memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Persipura, ia sukses melepaskan tembakan yang cukup terarah, namun hal itu bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Jendry Pitoy yang tampil menawan.

Tim asuhan Jaya Hartono inipun kembali mendapatkan peluang melalui tendangan keras Atep dari luar kotak penalti, namun Jendry kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dengan melakukan bloking tepat dan membuat bola keluar.

Begitupun dengan tendangan Suchao pada menit ke 37 yang nyaris membawa timnya unggul andai tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak diantisipasi dengan baik kiper Jendry, kegagalan ini membuat pertandingan tetap 0-0 hingga berakhirnya babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persipura yang belum pernah meraih kemengangan di Satdion Andi Mattalatta mencoba mengubah pola permainan. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke 47, striker andalan Persipura Beto Goncalves berhasil membawa timnya unggul, setelah tendangannya tidak dapat diantisipasi kiper Persib.

Melihat timnya tertinggal, Persib mulai mengambil alih serangan dan sempat melahirkan sejumlah peluang matang melalui tendangan dari luar kotak penalti yang dilakukan sejumlah pemain seperti Hilton, Cucu Hidayat, serta Atep yang hanya mengenai tiang gawang sebelah kanan Persipura.

Meski kedua tim masih saling serang, namun hingga wasit Sutiono membunyikan pluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Persipura tetap tidak berubah.

Pelatih Persipura Jacksen F Tiago dalam jumpa pers seusai laga mengaku sangat senang dengan hasil yang telah diraih anak asuhnya.

"Meski hanya menang tipis, namun kita telah membuktikan bahwa kita ternyata mampu menang di Stadion Mattoanging, ini merupakan awal yang baik untuk perjalanan kedepan," katanya.

Susunan Pemain :

Persipura : Jendry Pitoy, Erol Iba/Hendra Ridwan, Tinus Pae, Victor Igbonefo, Alberto Gonchalvez, Edward Ivakdalam (C), Ian Louis Kabes, Jack Komboy, Ortizan Salossa, Bio Paulin, Gerald Pangkali.

Persib : Sinhtaweehai, Gilang Angga, Rene Martinez, Nova Arianto, Maman Abdurrahman, Hilton Moriera, Eka Ramdani, Atep, Hariono/Cucu Hidayat, Christian Gonzales/ Budi Sudarsono, Atep, Suchao Nutnum.(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

PSIR Ditahan PSIM Yogyakarta 1-1

Rembang (ANTARA News) - Tuan rumah PSIR Rembang gagal meraih angka penuh setelah ditahan imbang tamunya PSIM Yogyakarta 1-1, pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Krida, Rembang, Jateng, Minggu (29/11) petang.

Pertandingan antara kedua kesebelasan yang disaksikan ribuan penonton tersebut berlangsung imbang dan kedua tim saling serang ke daerah pertahanan lawan.

Ketatnya lini pertahanan lawan memaksa tim tuan rumah harus bekerja keras menembus lini belakang tim asal Yogyakarta tersebut, demikian halnya tim tamu belum mampu membongkar lini pertahanan PSIR Rembang.

Akhirnya, tuan rumah berhasil mencetak gol terlebih dulu pada menit ke-28 melalui tendangan Johan Eka Setiyadi setelah menerima umpan silang mendatar yang dilakukan Orrock Charles yang menusuk dari sisi kanan pertahanan lawan, 1-0 unutk PSIR Rembang.

Unggul satu gol, tak menyurutkan semangat pemain tim tuan rumah untuk melancarkan serangan ke jantung pertahanan lawan.

Tekanan bertubi-tubi pemain tuan rumah memaksa lini belakang PSIM Yogyakarta berjibaku menahan gempuran lawan.

Untuk memperkuat lini belakang, pelatih PSIM Yogyakarta menarik salah seorang pemainnya Dean Fauzi Firdaus digantikan Tulus Satianto pada menit ke-33.

Tim asal Yogyakarta ini akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak Santoso, pada menit ke-37, memanfaatkan umpan silang dari pemain tengah dengan sundulan kepala.

Hingga peluit panjang tanda babak pertama usai, kedudukan kedua kesebelasan masih tetap 1-1.

Memasuki babak kedua, kedua tim tetap menampilkan pola menyerang. Tim tuan rumah, berhasil menciptakan peluang pada menit ke-57.

Namun, kiper lawan Agung Prasetyo berhasil menepis sundulan kepala legiun asing PSIR Tosseo Backo yang mengarah ke pojok gawang.

Memasuki menit-menit akhir babak kedua, PSIM cenderung bertahan dan hanya memanfaatkan serangan balik cepat.

Meski demikian, barisan pertahana tim tuan rumah harus bekerja keras menghadapi serangan balik yang cepat dari tim tamu.

Pada menit ke-64, tim tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain, menyusul kartu kuning kedua yang harus diterima Zaenal Abidin menyusul pelanggarannya terhadap pemain tengah lawan Basri Lohi.

Kelemahan tuan rumah yang hanya bermain dengan sepuluh orang pemain tak mampu dimanfaatkan oleh tamunya PSIM Yogyakarta.

Hingga peluit panjang tanda pertandingan babak kedua usai, kedudukan tetap 1-1.(*)



sumber : http://antaranews.com
Read More

Persibo Kalahkan Persigo 4-1

Bojonegoro (ANTARA News) - Persibo Bojonegoro, Jawa Timur, mengalahkan Persigo Gorontalo, Sulawesi Utara, dengan angka 4-1 (1-0) di stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, Minggu.

Sejak menit awal, kedua kesebelasan secara bergantian saling serang.

Dengan disaksikan pendukung fanatiknya, yang tergabung dalam Boromania, Victor Da Silva dan kawan-kawan terus berusaha menekan pertahanan anak asuh HM Khaidar. Sedikit-dikitnya, empat peluang gagal dimaksimalkan tim "orange" Persibo.

Serangan Persibo akhirnya membuahkan hasil. Lewat sundulan penyerang Pierre Sakole pada menit ke-31, bola mengarah ke pojok gagal ditahan penjaga gawang Persigo, Iswan Karim.

Kedudukan 1-0 untuk Persibo tak berubah hingga babak pertama berakhir.

Saat memasuki babak kedua, hujan turun, namun wasit tetap melanjutkan pertandingan. Di tengah-tengah guyuran hujan, pada menit ke-65, penyerang Abel Ciello menambah gol bagi Persibo hingga kedudukan berubah menjadi 2-0. Abel Ciello, yang mendapatkan umpan di bagian sayap, masuk ke tengah melewati tiga pemain Persigo. Lewat tendangannya, bola menghantam tiang gawang dan akhirnya masuk ke gawang.

Persibo Bojonegoro kembali menambah kemenangan lewat tendangan Abel Ciello pada menit ke-74, hingga kedudukan menjadi 3-0. Abel Ciello menambah kemenangan Persibo pada menit ke-85 lewat tendangannya, membuat kedudukan menjadi 4-0 untuk Persibo.

Satu-satunya gol balasan Persigo Gorontalo dicetak pemainnya, Wahyudi Hidayat, pada menit ke -87 lewat tendangan bebas yang mengubah kedudukan menjadi 4-1 hingga pertandingan berakhir.

"Pada menit terakhir, anak-anak agak lengah," kata pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar. Yang jelas, tambahnya, dalam pertandingan itu, anak asuhnya bermain maksimal.

Sementara itu, pelatih Persigo Gorontalo, Khaidar, enggan memberikan tanggapan atas hasil pertandingan antara Persigo Gorontalo melawan Persibo Bojonegoro itu.

"Saya hanya bisa memuji wasit pertandingan tadi hebat sekali. Silakan Anda nilai sendiri," katanya singkat.(*)



sumber : http://antaranews.com
Read More

PSS Sleman Sementara Ungguli Persiku 1-1

Kudus (ANTARA News) - Tuan rumah Persiku Kudus sementara tertinggal 0-1 atas tamunya PSS Sleman pada babak pertama pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Grup III di Stadion Wergu Wetan, Minggu petang.

Gol kemenangan tim asuhan pelatih Yance Metmey tersebut dicetak oleh Sahid Widianata pada menit ke-41, memanfaatkan kelemahan barisan belakang Persiku.

Serangan cepat dari tim tamu tersebut seharusnya bisa diantisipasi sejumlah pemain belakang yang dijaga oleh Cucun Sulistiyo dan kawan-kawan.

Namun kondisi lapangan yang basah, membuat sejumlah pemain terlalu terkonsentrasi pada salah seorang pemain, sehingga pemain lawan mampu memanfaatkannya untuk menciptakan keunggulan.

Pada tujuh menit babak pertama ini, kedua kesebelasan saling serang.

Namun, hujan deras sempat memaksa wasit asal Surabaya Ansel Mus menghentikan pertandingan sementara dan ditunda selama 15 menit, untuk menunggu genangan air hujan di lapangan surut.

Setelah genangan air di lapangangan mulai surut, kedua kesebelasan saling serang.

Meskipun penguasaan bola lebih didominasi tuan rumah, pemain lawan justru mampu menghasilkan gol.

Upaya persiku menyamakan kedudukan, belum membuahkan hasil, mengingat barisan pertahanan lawan yang dimotori Agus Purwoko cukup solid, sehingga sulit ditembus pemain tuan rumah.

Sampai babak pertama usai kedudukan tetap 0-1 untuk keunggulan tim tamu.(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

Persija Kalahkan Persebaya 4-3

Jakarta (ANTARA News) - Kesebelasan Persija Jakarta mengalahkan tamunya Persebaya Surabaya 4-3 (1-2) dalam lanjutan Liga Super di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu sore.

Pertandingan berlangsung ketat dengan Persija mengandalkan sejumlah pemain Timnas, sedangkan Persebaya dengan pemain muda.

Persija sempat tertinggal lebih dulu di menit ke-10 babak pertama. Dua gol cepat Persebaya diciptakan menit ketiga oleh Andi Odang dan menit ketujuh oleh Korinus Fengkrew.

Tertinggal 0-2, Persija mengubah formasi dengan memasukkan TA Musafri menggantikan Ramdani Lestahulu.

Persija seperti kehilangan arah dalam membangun serangan akhirnya memperkecil angka lewat kaki Bambang Pamungkas di menit 46.

Babak kedua, Persija mempertajam serangan dan menaikkan tempo permainan. Akhirnya mampu menyamakan lewat tandukkan Aliyudin di menit 58.

Di menit 72, Josh Maguire yang menggantikan Korinus karena cedera berhasil membuat Persebaya kembali unggul. Umpan matang John Tarkpor berhasil dimanfaatkan Josh dan menggetarkan gawang Persija yang dikawal M Yasir. Kedudukan berubah menjadi 3-2.

Selang tiga menit, Persija kembali berhasil menyamakan kedudukan lewat kaki Bambang Pamungkas.

Pada menit ke-84, Aliyudin berhasil menyarangkan gol. Namun Persebaya gagal menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan.

Dalam laga ini keluar lima kartu kuning, tiga untuk Persija dan dua untuk Persebaya.

Pelatih Persija Maman Suryaman menyatakan, kemenangan ini merupakan perjuangan pemain.

"Kami bersyukur, kemenangan ini dengan perjuangan dan motivasi tinggi. Kita kecolongan dua gol awal. Babak kedua, kami dapat meningkatkan tempo permainan dengan semangat yang tinggi menenangkan pertandingan," katanya.

Disinguung dicadangkannya Ricard Careces, Maman mengatakan, tak dimainkannya lebih awal karena Careces mengalami penuruan.

Hal senada disampaikan kapten Persija Bambang Pamungkas. Ia memuji perjuangan rekan-rekannya. "Saya sampaikan, ini luar biasa dengan kemenangan ini. Apalagi Jakmania hadir ribuan di GBK. Ini partai pertama kandang. Para pemainmasih punya hati dan layak main dipersija," katanya.

Sementara pelatih Persebaya Danurwindo mengatakan pihaknya mengetahui kualitas pemain Persija dibandingkan Persebaya yang mengandalkan pemain muda.

"Kami memang leading awal, golnya terlalu cepat. Dan kira tahu kualitas pemain persija dengan pengalamannya namun kita . mampu memberi perlawanan.

Ia mengakui ada kelemahan pada lini belakang sehingga menjadi PR bagi Persebaya ke depan.(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

Laga Persiku-PSS Dihentikan Karena Hujan

Kudus (ANTARA News) - Pertandingan kesebelasan Persiku Kudus dan PSS Sleman dalam kompetisi Sepak Bola Divisi Utama 2009/2010 di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Minggu, terpaksa dihentikan karena hujan deras.

Guyuran hujan deras menyebabkan lapangan tergenang sehingga pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB, sementara dihentikan.

Ketika wasit asal Surabaya, Ansel Mus, menghentikan pertandingan, pertandingan baru berjalan sekitar tujuh menit. Lapangan yang tergenang menyulitkan pemain menendang bola.

"Kondisi lapangan yang tergenang dengan air memang menyulitkan pemain dalam menendang bola, sehingga harus dihentikan selama 15 menit," kata Wasit pertandingan Ansel Mus.

Apabila dalam waktu 15 menit pertama kondisi lapangan masih belum bisa digunakan, katanya, pertandingan akan ditunggu selama 15 menit lagi.

"Jika selama dua kali 15 menit, kondisi lapangan masih belum bisa digunakan, maka pertandingan ditunda esok hari (Senin) sekitar pukul 08:00 WIB," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah petugas dari panitia penyelenggara pertandingan Persiku dibantu para suporter PSS Sleman mengurangi genangan air di lapangan.

Kedudukan sementara kedua kesebelasan masih sama kuat 0-0.
(*)


sumber : http://antaranews.com
Read More

Barito Putera Lolos 16 Besar Ligina I

Banjarmasin (ANTARA) - Kesebelasan Barito Putera Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil lolos ke 16 besar memasuki laga tahapan selanjutnya dalam Liga Indonesia (Ligina) I.

Lolosnya "Laskar Antasari" itu setelah terakhir berhasil mengalahkan Persepam Pamekasan Madura Jawa Timur (Jatim) yang sama-sama berada dalam grup F, demikian dilaporkan, Minggu.

Menjamu tamu dari seberang Laut Jawa itu, tuan rumah menampilkan kekuatan terbaik dengan hasil tidak mengecewakan yaitu menang 5 - 1 untuk Barito Putera.

Tamu dari pulau yang terkenal dengan karapan sapi itu juga menurunkan pemain tangguh mereka, sehingga pada menit ke-26 baru kesebelasan Barito Putera bisa membobol gawang lawan.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmaisn, Sabtu (28/11) sore, kesebelasan tuan rumah Kalsel yang memakai kostum kuning-kuning berhasil menaklukan Persepam Madura dengan skor akhir 5 - 1.

Ketika itu kedua tim langsung tampil dengan mengeluarkan kekuatan terbaik bahkan keduanya masing-masing melakukan formasi menyerang sehingga permainan terlihat cepat serta tajam.

Namun pada menit 26 terjadi gol pertama untuk tuan rumah melalui tendangan keras Ihrom Safi`i pemain bernomor punggung 7 sehingga skor menjadi 1 - 0 hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua serangan tim tuan rumah dengan julukan "bakantan hamuk" semakin menggila terbukti pada menit 65 gol kedua tercipta melalui tendangan bebas Sartibi Darwis pemain dengan nomor punggung 10 sehingga skor menjadi 2 - 0.

Hanya berselang empat menit gol ketiga Barito Putera tercipta melalui tendangan keras Dwi Permana pemain nomor punggung 19 yang berhasil menyarangkan kulit bundar ke gawang Persepam yang dijaga Robby Wirahadi.

Sepuluh menit berselang gol keempat kembali tercipta melalui tendangan voli Sugeng Wahyudi pemain Barito Putera nomor punggung 24 sehingga skor menjadi 4 - 0 untuk tuan rumah.

Anak-anak asuhan pelatih Salahudin tersebut masih tidak puas dengan hasil yang ada dan sebelas menit kemudian tepatnya menit 81 gol kelima tercipta melalui kaki Sugeng Wahyudi sehingga kedudukan menjadi 5 - 0.

Karena sudah meninggalkan lawan dengan skor 5 - 0, permainan tim Barito Putera kian mengendor sehingga pada menit 87 gol balasan kesebelasan yang pakai kostum merah-merah tercipta melalui tandukan Surono pemain Persepam dengan nomor punggung 7 sehingga kedudukan menjadi 5 - 1 sampai akhir pertandingan.

Dalam grup F yang berlaga di Stadion 17 Mei Banjarmasin terdiri Barito Putera, Persiko Kotabaru Kalsel serta Persepam Madura dengan sistem bermain penuh (full competition).


sumber : http://antaranews.com
Read More

Pencetak Gol Terbanyak Liga Utama Prancis

Paris (ANTARA/Reuters) - Berikut pencetak gol terbanyak Liga Utama Prancis (Ligue 1) setelah pertandingan Sabtu:

9 Nene (Monaco) 7 Kevin Gameiro (FC Lorient)

Loic Remy (Nice)

Asamoah Gyan (Stade Rennes) 6 Youssouf Hadji (AS Nancy)

Mamadou Niang (Olympique Marseille)

Pierre-Alain Frau (Lille)

Marama Vahirua (FC Lorient)

Moussa Sissoko (Toulouse) 5 Danijel Ljuboja (Grenoble)

Bafetimbi Gomis (Olympique Lyon)

Brandao (Olympique Marseille)

Mahamadou Samassa (Valenciennes)

Victor Montano (Montpellier HSC)

Gervinho (Lille) 4 Nenad Dzodic (Montpellier HSC)

Razak Boukari (Racing Lens)

Kader Mangane (Stade Rennes)

Yoann Gourcuff (Girondins Bordeaux)

Ireneusz Jelen (Auxerre)

Marouane Chamakh (Girondins Bordeaux)

Paul Alo`o Efoulou (AS Nancy)

Gregory Pujol (Valenciennes)

Lisandro Lopez (Olympique Lyon)



sumber : http://antaranews.com
Read More

SFC Simpan Tiga Pemain Lawan Persiwa Wamena

Palembang (ANTARA News) - Sriwijaya Football Club (SFC) tidak menurunkan tiga pemain andalannya, Zah Rahan (gelandang), Rahmat Rivai (striker), dan Isnan Ali (bek), pada lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia 2009-2010 kontra Persiwa Wamena, di Wamena, Papua, 29 November 2009.

"Ketiga pemain ini sengaja disimpan untuk menghadapi Persipura Jayapura di Jayapura, di Makassar, 2 Desember 2009," kata Rahmad Darmawan yang dihubungi dari Palembang, Jumat malam.

Rahmad sudah berada di Wamena bersama skuad "Laskar Wong Kito" sejak Jumat pagi setelah menempuh perjalanan udara lebih kurang 14 jam dari Palembang.

"Kami membutuhkan amunisi baru pada laga melawan Persipura Jayapura, karena jarak laga lawan Persiwa dan Persipura berdekatan dan sangat berpotensi membuat pemain mengalami kelelahan," ucap Rahmad.

Dia mengatakan, ketiga pemain ini tidak diberangkatkan manajemen SFC ke Wamena, tapi langsung menuju Makassar.

"Ketiga pemain ini menunggu di Makassar saja, agar kesempatan recovery (pemulihan kondisi fisik) menjadi maksimal," ucap RD, sapaan dia.

RD membantah, strateginya tidak menurunkan tiga pemain andalan ini tak lantas berarti dia melepas laga tersebut.

"Salah besar jika dikatakan saya melepas laga melawan Persiwa. Semuanya sama penting, lawan Persiwa atau lawan Persipura adalah kesempatan untuk meraih poin penuh. Saya tidak mau tim kalah karena dampaknya besar untuk pertandingan selanjutnya," ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini.

Menurut dia, sebagai indikatornya, SFC masih diperkuat oleh beberapa pemain andalan pada laga kontra Persiwa Wamena.

"Tiga pemain ini memang harus diberikan waktu untuk recovery karena turun terus menerus dalam beberapa laga. Jika tidak, justru performa mereka akan turun saat di lapangan," ucap pelatih kelahiran Metro, Lampung, 28 November 1966 ini.

Sebagai gantinya, dia akan menempatkan, Anoure Obiora Richard untuk mengambil posisi Rahmat Rivai di lini depan untuk berduet dengan Keith Kayamba Gumbs.

Kemudian, Mustafa Aji atau Keith Kayamba yang ditarik sedikit ke belakang menggantikan posisi Zah Rahan, dan Slamet Riyadi menggantikan Isnan Ali.(*)

sumber : http://www.antaranews.com
Read More

PT Liga Tetap Selenggarakan Pertandingan Persija

Jakarta (ANTARA News) - PT Liga Indonesia tetap akan menjadi penyelenggara pertandingan Persija saat berhadapan dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 pada Minggu (29/11).

"Tidak ada perubahan dengan rencana itu. PT Liga akan tetap menjadi penyelenggara pertandingan saat Persija berhadapan dengan Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno," ujar Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy ketika dihubungi, Jumat.

Tigor mengatakan, dalam dua hari terakhir tidak ada tanda-tanda dari pihak Panpel Persija untuk menggelar pertandingan kandangnya itu karena masih bermasalah dengan pihak manajemen pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Sebagaimana diketahui, PT Liga untuk sementara akan menjadi penyelenggara pertandingan Persija vs Persebaya seperti sebelumnya diungkapkan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.

PT Liga mengambil alih panitia penyelenggaraan pertandingan Persija tersebut sebagai kebijakan dan upaya PT Liga agar jadwal kompetisi tidak terganggu.

Joko mengatakan tindakan tersebut terpaksa diambil karena Persija dihadapkan ketidak-berdayaan untuk menyelenggarakan pertandingannya sendiri karena masih tersangkut masalah utang dengan Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta. Sedangkan ihwal dengan izin pihak kepolisian tidak bermasalah.

Sesuai catatan, Persija masih memiliki utang kepada Pengelola GBK sebesar Rp194 juta saat menjadi tuan rumah pertandingan LSI musim lalu.

Utang tersebut membuat Persija kesulitan menggelar pertandingan di stadion GBK, padahal stadion tersebut merupakan "home ground" Persija yang telah disetujui PT Liga sejak awal kompetisi digelar.

Dengan PT Liga menjadi penyelenggara pertandingan itu, maka berbagai bentuk hak pendapatan dan tanggungjawab penyelenggaraan meliputi sewa lapangan dan biaya keamanan akan ditanggung PT Liga.

Untuk biaya penyelenggaraan tersebut PT Liga harus menyediakan dana sebesar Rp150 juta, belum termasuk biaya keamanan.(*)

sumber : http://www.antaranews.com
Read More

PSIS Waspadai Purwanto dan Javier Rocha

Antara - Jumat, 27 November

Semarang (ANTARA) - Tuan rumah PSIS akan mewaspadai dua pemain Persidafon Dafonsoro, Purwanto (`striker`) dan Javier Rocha (gelandang serang) saat kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (28/11).

Asisten pelatih PSIS, M. Dhofir di Semarang, Kamis mengatakan, kunci permainan mereka ada pada dua pemain tersebut sehingga timnya harus mematikan pergerakan kedua pemain tersebut agar jangan sampai berkembang.

Ia menjelaskan, Purwanto (pernah bermain untuk PSIS Semarang) memiliki kecepatan, sedangkan mantan pemain Persija Jakarta Pusat (Javier Rocha) mampu mengatur serangan timnya.

"Kita akan menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi mereka. Saya akan bicarakan hal itu dengan pelatih Ahmad Muhariah sehingga saat bertanding melawan Persidafon, bisa mengatasi gaya permainan mereka," katanya.

Pada prinsipnya, kata dia, gaya permainan Persidafon karena mengandalkan pemain-pemain yang sudah berumur seperti Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Elie Eboy, Javier Rocha, Purwanto, dan lainnya, sedangkan timnya ada Suwita Patha, Gustavo Chena, Cristiano Lopez, dan lainnya.

"Saya kira mereka akan mengandalkan teknik individu dari pemain-pemain tersebut. Persidafon merupakan tim yang bertabur bintang dan persiapan mereka tampil pada musim kompetisi sekarang ini lebih lama dibandingkan kita," katanya menegaskan.

Ketika ditanya apakah ada perubahan komposisi pemain saat melawan Persidafon dibandingkan saat timnya melawan Gresik United, Rabu (25/11), dia mengatakan, tidak ada karena timnya sudah memiliki kerangka tim. "Kita tidak mau main-main dengan kerangka tim ini karena sudah memasuki kompetisi yang sesungguhnya," katanya.

Kalau saat pertandingan uji coba, kata dia, bisa saja melakukan perubahan kompisisi pemain, tetapi untuk sekarang tidak mau main-main. "Kita hanya bisa mengubah kerangka tim apabila ada pemain yang cedera atau terkena kartu sehingga tidak bisa dimainkan," katanya.

Ia mengakui, kelemahan di timnya masih ada dan tentunya akan diperbaiki sambil jalan. Kelemahan ini terlihat saat timnya menghadapi Gresik United, yaitu pada saat babak pertama tim tamu tampak bermain hati-hati dan tidak berani keluar dari pertahanan.

Tetapi, menurut dia, setelah pemain Gresik United berani bermain terbuka maka kelemahan itu tampak terlihat.

Ketika ditanya saat melawan Gresik United (berakhir dengan angka 2-1 untuk PSIS) terlihat permainan anak-anak lamban dan membosankan, dia mengatakan, sebenarnya pelatih sudah menginstruksikan kepada pemain untuk tampil sabar dan jangan sampai kehilangan bola sehingga Suwita Pata terkesan bermain lamban.

Padahal, kata dia, memang itu sudah merupakan instruksi dari pelatih. "Tetapi permainan timnya mulai menunjukkan peningkatan sejak pertandingan uji coba di Yogyakarta (melawan PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta) kemudian melawan Persijap Jepara, dan terakhir saat menjamu Gresik United," katanya.

sumber : http://www.antaranews.com

Read More

PSM Taklukkan Persija 2-1

Makassar (ANTARA)- Tuan rumah PSM Makassar mengalahkan Persija 2-1 pada laga lanjutan Djarum Super Liga Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Makasar, Rabu.

Pertandingan tanpa pendukung akibat sanksi yang diberikan PT Liga Indonesia, ternyata cukup mempengaruhi penampilan tim Juku Eja khususnya pada menit-menit awal.

Syamsul dan kawan kawan justru dipaksa bertahan dari serangan Macan Kemayoran sejak babak pertama. Namun ambisi Persija yang mengambil alih serangan demi mewujudkan target tiga poin, masih dimentahkan oleh kepiawaian kiper Samsidar yang tampil cukup sigap.

Sejumlah peluang yang dihasilkan para pemain Persija, diantaranya oleh duet penyerang Bambang Pamungkas dan Musafri, ternyata belum mampu menghasilkan gol bagi tim asuhan pelatih Maman Suryaman itu

Seperti yang terjadi pada menit ke-17, penyerang timnas Bambang Pamungkas yang mendapat umpan cukup terukur dari sudut kiri pertahanan PSM ternyata belum berhasil memanfaatkannya menjadi gol.

Begitu juga dengan peluang Musafri yang terjadi di menit ke-20, ketika bola tendangannya masih jauh melenceng dari sasaran.

Sementara bagi tim tuan rumah, hingga memasuki menit ke-27, mereka belum mampu keluar dari tekanan dan kurang optimalnya peran M Rahman disayap kiri yang diturunkan sejak awal, membuat alur serangan PSM sedkit terhambat.

Melihat hal itu, pelatih PSM Hanafing akhirnya menggantinya dengan Aditya Putra Dewa. Pergantian yang dilakukan pelatih berusia 46 tahun tersebut, ternyata memberikan dampak yang positif dimana serangan PSM kini bisa terlihat lebih hidup.

Bahkan keputusan memasukkan Dewa akhirnya berbuah hasil. Pemain yang musim lalu sukses menjadi topskor Super Liga U-21 musim lalu itu, akhirnya membuat tim PSM unggul 1-0 pada menit ke-38 setelah mendapat umpan matang dari M Fadly dari sudut kanan pertahanan Persija.

Memasuki babak kedua, PSM yang unggul 1-0 akhirnya langsung mmengambil inisiatif penyerangan, upaya itu akhirnya membuahkan hasil.

Pada menit ke-52, penyerang andalan PSM, Christian Carrasco berhasil membawa timnya memperbesar keunggulan menjadi 2-0, setelah tendangannya tak dapat diantisipasi kiper Roni Tri.

Tertinggal 0-2, Persija mulai memperlihatkan permaian keras, Leonard Tupamahu yang mengganjal keras M Fadly akhirnya mendapatkan kartu kuning kedua oleh wasit Jajat Sudrajat.

Gol balasan Persija akhirnya lahir melalui titik penalti pada menit ke-80 setelah wasit Jajat Sudrajat menganggap Samsidar melakukan pelanggaran terhadap Musafri di daerah terlarang.

Keputusan Jajat terhadap langsung mendapat protes keras dari seluruh offisial PSM, namun Jajat tetap pada keputusannya.

Skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah PSM bertahan sampai pertandingan usai.

Susunan pemain : PSM Makassar : Samsidar, Adnan Buyung, Hendri Nyobi/Fandy Edy, Hamdi Hamzah, Faturrahman, Asri Akbar, Diva Tarkaz (kartu kuning), Syamsul Chaeruddin (kapten, M Rahmat/Aditya P Dewa, M Fadly, Christian Carrasco.

Persija jakarta: Roni Tri, Erick Setiawan, Ismed Sofyan, Leonard Tupamahu (kartu merah), Aries Indarto, Baihaki Khaizan, Ramdani Lestaluhu, Aliyudin/ Salim Alydrus, M Ilham, Musafri, Bambang Pamungkas (Kapten).

sumber : http://www.antaranews.com
Read More

Stamina Pemain PSIS Perlu Diperbaiki

Semarang (ANTARA) - Asisten pelatih PSIS M. Dhofir mengakui, stamina pemainnya kurang maksimal saat timnya menjamu Gresik United sehingga perlu diperbaiki untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"Terus terang fisik pemainnya turun memasuki paruh kedua babak kedua dan ini bahan evaluasi tim pelatih untuk diperbaiki sambil jalan," katanya usai pertandingan melawan Gresik United pada laga perdana Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu petang.

Menurut dia, perbaikan terhadap kondisi fisik pemain ini akan dilakukan sambil latihan menyongsong pertandingan berkutnya pada musim kompetisi sekarang ini.

Tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah ini berhasil meraih angka penuh pada laga perdana Divisi Utama setelah menang atas tamunya Gresik United 2-1 (1-0).

Kedua gol bagi PSIS dicetak Gustavo Chena menit ke-44 melalui tendangan penalti dan Cristiano Lopez menit ke-48, sedangkan gol bagi Gresik dicetak Angel Obus menit ke-57.

Ia menambahkan, satu gol Gresik United tersebut lebih diakibatkan kurang disiplinnya pemain belakang dalam menjaga pemain lawan sehingga mereka bisa leluasa bermain di daerah pertahanan timnya.

Manajer Tim PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan, kekhawatiran pemainnya akan tampil penuh beban memang tampak terutama pada babak pertama tetapi setelah itu anak-anak terlihat tampil lepas.

Ia merasa bersyukur timnya bisa meraih angka penuh karena kemenangan ini akan menjadi modal bagi timnya untuk melangkah ke pertandingan-pertandingan berikutnya.

Ofisial Gresik United, Sunyoto mengatakan, pada pertandingan perdana ini anak-anak asuhannya tampil penuh beban karena materi pemainnya sebagian besar adalah pemain muda.

Pada babak pertama, kata dia, permainan Onambele Jules Basile dan kawan-kawan terlihat tidak bisa berkembang. Namun memasuki babak kedua, anak-anak sudah mulai menemukan permainannya dan sering melancarkan serangan ke daerah pertahanan tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah.

"Setelah anak-anak mendapat instruksi dari pelatih Sasi Kirono, permainan timnya mulai berkembang," katanya menegaskan.

Ia menambahkan, menghadapi PSIS Semarang ini, timnya menargetkan meraih satu angka atau seri. "Kalau pada pertandingan perdana kita bisa bermain seri lawan PSIS itu sudah bagus tetapi kenyataannya hasil yang didapat di luar target," katanya.

Asisten pelatih Gresik United Zaenal Abidin mengatakan, permainan kedua tim enak untuk ditonton. "Pada babak pertama pemain tuan rumah lebih banyak menekan, sedangkan kami masih melakukan improvisasi," katanya.

PSIS kembali akan bertanding dengan menjamu Persidafon Dafonsoro di Stadion Jatidiri Semarang Sabtu (28/11), sedangkan Gresik United pada hari yang sama akan bertanding melawan tuan rumah PPSM Sakti di Stadion H. Abu Bakrin Magelang.

sumber :

http://www.antaranews.com

http://id.news.yahoo.com/antr/20091125/tsp-stamina-pemain-psis-perlu-diperbaiki-424bac1.html


Read More

Persebaya Berpeluang Lolos Delapan Besar Liga Remaja

Surabaya (ANTARA) - Persebaya Junior membuka peluang lolos ke babak delapan besar kompetisi Liga Remaja Indonesia 2009, setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 (2-0) atas Persipura Jayapura Jr pada babak 16 besar di Surabaya, Rabu.

Dengan hasil ini, tim asuhan duet pelatih Yanto Imam dan Sabarudin Nasution itu tinggal membutuhkan hasil seri pada laga terakhir melawan Persin Sinjai, Sabtu (28/11) untuk memastikan lolos perempat final.

Gol kemenangan tuan rumah dicetak Solikin saat pertandingan baru berjalan lima menit dan Pradibtya Galuh memperbesar keunggulan di menit ke-20.

Ahmad Fadeli melengkapi kemenangan "Green Force" muda pada babak kedua menit ke-56 dengan menaklukkan kiper Persipura, Meiyanus Yeleget.

Persipura berusaha membalas dengan bermain lebih agresif, namun sejumlah peluang gagal menghasilkan gol. Bahkan di menit 86, Persipura harus kehilangan satu pemainnya setelah Otis Muhifa dikeluarkan wasit akibat melakukan pelanggaran keras.

"Ini usia pembinaan sehingga kalau ada pemain yang salah memang seharusnya dihukum. Wasit sudah bekerja dengan bagus dan fair play," kata pelatih Persipura, Pa Abas usai pertandingan.

Abas juga menyatakan optimistis timnya masih lolos ke babak delapan besar, kendati kalah 0-3 di laga perdana ini.

"Saya yakin anak-anak bisa mengalahkan Persin Sinjai di laga berikutnya. Saya juga harus akui Persebaya bermain cukup bagus dan disiplin," tambahnya.

Pelatih Persebaya Yanto Imam mengaku cukup puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya, meskipun sebenarnya timnya tidak tampil begitu maksimal.

"Masalah mental dan stamina masih harus dibenahi. Anak-anak masih sedikit takut menghadapi permainan keras lawan," katanya.

Imam menambahkan timnya akan berjuang maksimal guna meraih kemenangan atas Persin Sinjai untuk memastikan juara Grup D, sekaligus mengincar tuan rumah babak delapan besar LRI musim ini.

sumber : http://www.antaranews.com

Read More

PSIS Tundukkan Gresik United 2-1

Semarang (ANTARA) - Tuan rumah PSIS berhasil memenuhi ambisinya untuk meraih angka penuh setelah menundukkan tamunya Gresik United 2-1 (1-0) pada pertandingan perdana Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu petang.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 7.500 penonton tersebut, kedua tim menampilkan permainan yang lamban dan terlihat hati-hati terutama pada babak pertama sehingga pemain kedua tim sering melakukan kesalahan dalam melakukan umpan atau kontrol bola yang tidak akurat.

Pada babak pertama ini, praktis tidak ada peluang yang dimiliki kedua tim karena begitu mereka menyerang dan memasuki daerah terlarang langsung disambar pemain belakang lawan.


Serangan yang dibangun kedua tim tampak kurang akurat dan mereka lebih banyak berkutat di lini tengah, bahkan ketika mereka melakukan umpan silang ke depan gawang lawan langsung dihalau pemain belakang dan kiper kedua tim tersebut.

PSIS mencetak gol pada menit ke-44 yang dicetak oleh pemain asal Argentina, Gustavo Chena melalui tendangan penalti ketika pemain depannya, Imral Usman diganjal kiper Gresik United, Usman Pribadi dan wasit Mulyadi yang memimpin pertandingan ini menunjuk titik putih sebagai hukuman kepada tim tamu.

Sebenarnya kalau dibiarkan saja, artinya kiper Gresik United tidak melakukan pelanggaran kemungkinan untuk menjadi gol sangat kecil karena bola yang dibawa Imral Usman sudah jauh di depannya.

Gustavo Chena yang bertindak sebagai algojo dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tendangan datar yang tidak terlalu keras mampu memperdaya kiper Gresik United sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSIS dan bertahan hingga pertandingan babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Gresik United mengubah permainan dengan lebih berani melancarkan serangan ke daerah pertahanan tuan rumah tetapi pada awal babak ini tampaiknya perubahan itu belum terasa karena tim tuan rumah juga terlihat agresif menekan tim tamu.

PSIS menambah kemenangan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak penyerangnya, Cristiano Lopez, menit ke-48 melalui sundulan kepala setelah menerima umpan tendangan bebas dari Gustavo Chena.

Tendangan bebas yang cukup keras tersebut mengarah ke depan gawang Gresik United dan langsung disambar dengan sundulan kepala Lopez yang tepat berada di depan gawang Usman Pribadi.

Sundulan kepala yang cukup kencang tersebut meluncur ke jala tim lawan tanpa bisa dihalau oleh pemain belakang maupun kiper Gresik.

Tertinggal dua gol tersebut, menjadikan tim tamu terlihat ngotot untuk mengejar ketertinggalan apalagi permainan tim tuan rumah mulai kendor akibat kondisi fisik yang kurang mendukung.

Akhirnya mereka bisa memperkecil ketertinggalannya menjadi 2-1 melalui gol yang dicetak oleh Angel Obus menit ke-57 melalui sundulan kepala setelah menerima umpan silang dari rekannya.

Tim Gresik hampir bisa menyamakan kedudukan ketika tendangan keras Angel Obus mampu ditepis kiper PSIS, Catur Nugroho yang terlihat susah payah menepis tendangan keras pemain bernomor punggung 30 tersebut. Sampai pertandingan usai kedudukan tetap 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

sumber :

http://www.antaranews.com

http://id.news.yahoo.com

Read More