PSIS Waspadai Purwanto dan Javier Rocha
Antara - Jumat, 27 November
Semarang (ANTARA) - Tuan rumah PSIS akan mewaspadai dua pemain Persidafon Dafonsoro, Purwanto (`striker`) dan Javier Rocha (gelandang serang) saat kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (28/11).
Asisten pelatih PSIS, M. Dhofir di Semarang, Kamis mengatakan, kunci permainan mereka ada pada dua pemain tersebut sehingga timnya harus mematikan pergerakan kedua pemain tersebut agar jangan sampai berkembang.
Ia menjelaskan, Purwanto (pernah bermain untuk PSIS Semarang) memiliki kecepatan, sedangkan mantan pemain Persija Jakarta Pusat (Javier Rocha) mampu mengatur serangan timnya.
"Kita akan menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi mereka. Saya akan bicarakan hal itu dengan pelatih Ahmad Muhariah sehingga saat bertanding melawan Persidafon, bisa mengatasi gaya permainan mereka," katanya.
Pada prinsipnya, kata dia, gaya permainan Persidafon karena mengandalkan pemain-pemain yang sudah berumur seperti Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Elie Eboy, Javier Rocha, Purwanto, dan lainnya, sedangkan timnya ada Suwita Patha, Gustavo Chena, Cristiano Lopez, dan lainnya.
"Saya kira mereka akan mengandalkan teknik individu dari pemain-pemain tersebut. Persidafon merupakan tim yang bertabur bintang dan persiapan mereka tampil pada musim kompetisi sekarang ini lebih lama dibandingkan kita," katanya menegaskan.
Ketika ditanya apakah ada perubahan komposisi pemain saat melawan Persidafon dibandingkan saat timnya melawan Gresik United, Rabu (25/11), dia mengatakan, tidak ada karena timnya sudah memiliki kerangka tim. "Kita tidak mau main-main dengan kerangka tim ini karena sudah memasuki kompetisi yang sesungguhnya," katanya.
Kalau saat pertandingan uji coba, kata dia, bisa saja melakukan perubahan kompisisi pemain, tetapi untuk sekarang tidak mau main-main. "Kita hanya bisa mengubah kerangka tim apabila ada pemain yang cedera atau terkena kartu sehingga tidak bisa dimainkan," katanya.
Ia mengakui, kelemahan di timnya masih ada dan tentunya akan diperbaiki sambil jalan. Kelemahan ini terlihat saat timnya menghadapi Gresik United, yaitu pada saat babak pertama tim tamu tampak bermain hati-hati dan tidak berani keluar dari pertahanan.
Tetapi, menurut dia, setelah pemain Gresik United berani bermain terbuka maka kelemahan itu tampak terlihat.
Ketika ditanya saat melawan Gresik United (berakhir dengan angka 2-1 untuk PSIS) terlihat permainan anak-anak lamban dan membosankan, dia mengatakan, sebenarnya pelatih sudah menginstruksikan kepada pemain untuk tampil sabar dan jangan sampai kehilangan bola sehingga Suwita Pata terkesan bermain lamban.
Padahal, kata dia, memang itu sudah merupakan instruksi dari pelatih. "Tetapi permainan timnya mulai menunjukkan peningkatan sejak pertandingan uji coba di Yogyakarta (melawan PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta) kemudian melawan Persijap Jepara, dan terakhir saat menjamu Gresik United," katanya.
sumber : http://www.antaranews.com
0 komentar:
Posting Komentar