• Home
  • Kabar Blog
  • Music MP3
  • Piala Dunia 2010

Duet Lokal Diturunkan Persijap

Jepara - Persijap Jepara akan menurunkan duet striker lokal Noorhadi dan Johan Juansyah saat menjamu Persebaya pada laga lanjutan Djarum ISL 2009/2010 di Gelora Bumi Kartini, Jepara, Rabu (30/12).

Pelatih Persijap Jepara Junaidi ketika dihubungi, Senin (28/12) mengatakan, hal itu dilakukan karena penyerang asal Argentina, Pablo Frances tak bisa dimainkan akibat akumulasi kartu kuning.

“Absennya Pablo memang akan mempengaruhi tim, tetapi kami tidak akan bergantung pada satu-dua pemain, mengingat sepakbola adalah permainan kolektivitas,” kata Junaidi.

Menurut dia, dirinya sudah mempersiapkan pemain pengganti dan kemungkinan Noorhadi akan diduetkan dengan Johan. “Saya kira tidak masalah dengan absennya Pablo Frances,” katanya.

Mengenai ambisi Persebaya yang ingin menang, Junaidi mengatakan silakan saja tetapi dirinya akan berusaha agar itu tidak bisa terjadi. “Kita akan berusaha untuk mengalahkan mereka di sini,” katanya.

Menurut dia, target meraih kemenangan sangat mutlak karena timnya sudah banyak kehilangan angka saat main di kandang sendiri. Evaldo Silva dan kawan-kawan sudah kehilangan poin lima di kandang sendiri karena hanya bermain imbang lawan Persisam Samarinda (1-1) dan kalah dari Arema Malang (0-1).

Usai menjamu Persebaya Surabaya, tim Laskar Kalinyamat kembali akan menjamu Persik Kediri, Sabtu (2/1). Persijap Jepara masih bertengger pada peringkat ke-10 klasemen sementara dengan nilai 14 hasil dari 10 kali main, empat kali menang, dua kali seri, dan empat kali kalah.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persebaya Harus Menang

Surabaya - Persebaya Surabaya yang gagal meraih hasil maksimal pada dua laga kandang pekan lalu, wajib menang saat menghadapi tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (30/12).

Pelatih Persebaya Danurwindo yang ditemui usai memimpin sesi latihan terakhir jelang berangkat ke Jepara, Senin (28/12) mengatakan, timnya yang belum bisa tampil utuh di pertandingan nanti, harus bekerja keras untuk mengimbangi tekanan lawan.

Selain Ngon A Djam dan Anang Ma'ruf yang belum pulih dari cedera, Persebaya kembali harus kehilangan pemain bertahan Djayusman Triasdi yang dipanggil gabung tim nasional. Sedangkan penyerang asal Papua, Korinus Finkrew juga
diragukan bisa turun setelah mengalami masalah dengan otot kakinya. Mantan pemain Sriwijaya FC itu, juga absen latihan untuk menjalani terapi.

“Saya masih akan pantau perkembangan kondisi Korinus dalam dua hari ini, mudah-mudahan tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujar Danurwindo.

Sebagai pengganti Djayusman yang sempat tampil pertama kali saat Persebaya dikalahkan Persik Kediri pekan lalu, Danurwindo telah menyiapkan pemain jebolan tim PON Jatim, Sunaji.

“Seperti di pertandingan-pertandingan lainnya, kami tetap akan bermain untuk meraih kemenangan. Tinggal bagaimana memotivasi anak-anak supaya bisa tampil ngotot,” ucap mantan pelatih Persija Jakarta ini menambahkan.

“Melawan Persijap, kami tidak boleh lengah. Sebagai tim tamu, kami pasti akan banyak ditekan lawan tapi saya sudah siapkan strategi untuk mengantisipasi hal itu,” ujarnya.

Menyinggung kekuatan Persijap, Danurwindo menambahkan, calon lawannya itu punya materi pemain bagus dan mengandalkan kolektivitas tinggi dalam bermain.

Selain itu, catatan kemenangan Persijap di laga kandang juga perlu diwaspadai, yakni empat kali menang, sekali kalah dan sekali seri dalam enam laga musim ini.

“Meskipun pemain pilar mereka Pablo Frances absen, saya rasa kami tetap harus mewaspadai beberapa pemain lainnya, seperti Junior, Noorhadi, Phaitoon, dan Eki Nurhakim,” tandas Danurwindo.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

PSM Siap Jamu Persela dan Persijap di Bone

Makassar - PSM Makassar akan menjamu Persela Lamongan dan Persijap Jepara pada partai usiran di Bone. Menurut rencana, pasukan “Juku Eja” akan berangkat ke Bone, 5 Januari mendatang.

Pelatih PSM Hanafing di Makassar, Senin (28/12) mengatakan, skuadnya akan berangkat ke Bone, jika sampai tanggal 5 Januari nanti, Liga ternyata belum memberikan keputusan mengenai tempat pelaksanaan laga usiran menghadapi dua tim asal Jatim tersebut.

“Kita masih menunggu lokasi pertandingan usiran PSM menghadapi Persela dan Persijap. Namun PSM sebenarnya sangat berharap agar bisa menggelarnya di Stadion La Patau, Bone. Makanya kita siap ke sana lebih cepat untuk melakukan persiapan,” katanya.

Pihak PSM memang beberapa kali mengutarakan niatnya untuk menggelar pertandingan usiran di Sulsel. Selain faktor emosional, hal itu juga bisa menghemat biaya, apalagi belakangan ini PSM memang mengalami krisis pendanaan.

Namun itu masih harus menunggu keputusan Liga yang akan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Watampone tersebut.

Jika akhirnya ternyata stadion tersebut dinilai tidak sesuai standar yang telah ditetapkan, tentunya PSM diharuskan untuk berbesar hati dan menggelar laga tersebut sesuai ketetapan Liga selaku pihak yang berwenang.

Sementara Sekretaris Panpel pertandingan PSM Japri Y Timbo mengaku sangat yakin bahwa Stadion La Patau layak digunakan mengingat spesifikasi stadion maupun jaraknya dari kandang PSM sudah terpenuhi yakni tidak lebih dari 100 km.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Benny Dolo Intip Kekuatan Terakhir Oman

Timnas senior Indonesia segera menggelar pelatnas mulai Minggu (27/12) di Jakarta. Ada 22 pemain yang telah dipilih oleh pelatih Benny Dolo untuk persiapan menghadapi Oman pada laga kelima grup B Pra Piala Asia 2011, Rabu(6/1) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di awal masa pelatnas ini, pelatih Benny Dolo akan meninggalkan sejenak Bambang Pamungkas dkk. Pelatih yang juga duduk sebagai Direktur Teknik Persija ini akan terbang ke Singapura untuk menyaksikan laga uji coba antara Singapura vs Oman, Senin (28/12).

“ Kami akan mengintip kekuatan terakhir Oman. Dari hasil pengamatan itu, kita bisa menentukan taktik dan strategi yang akan kita terapkan saat bertemu di Jakarta,” kata Benny Dolo. Meski baru akan menentukan taktik dan strategi yang akan dipakai menghadapi Oman setelah menyaksikan mereka dalam uji coba, Benny Dolo menyatakan, pemain pilihan yang dipanggilnya sudah sesuai dengan pakem dasar permainan yang akan dipakainya.

“ Kita tetap akan berpegang pada pola 3-5-2 atau 4-4-2 yang sudah berjalan selama ini,” ungkap Benny Dolo.

Dalam laga menghadapi Oman ini, Benny Dolo tidak bisa memainkan beberapa pemain yang biasa menjadi starter. Ismed Sofyan terkena hukuman kartu merah, sementara Maman Abdurahman terkena akumulasi kartu kuning.

Untuk menutup lubang di lini belakang, Benny Dolo memasukkan dua nama muda jebolan timnas SEA Games 2009, Rahmat Latif dan Djayusman Triasdi. Dua lagi adalah pemai baru muka lama, Ahmad Kurniawan dan Christian Worabay.

Saat ini, Indonesia masih berada di posisi juru kunci klasemen grup B Pra PIala Asia 2011 dengan nilai tiga. Sedangkan Oman berada satu strip di atas Indonesia dengan nilai empat. Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Oman, 19 Januari 2009 lalu, kedua tim bermain imbang 0-0.

Skuad Timnas Indonesia

Penjaga gawang : Markus Harison, Ferry Rotinsulu, Achmad Kurniawan

Belakang : Christian Worabay, M Nasuha, Charis Yulianto, Nova Arianto, Djayusman Triasdi, Rahmat Latif, Isnan Ali, M Ridwan

Tengah : Ponaryo Astaman, Hariono, Firman Utina, Eka Ramdani, Syamsul Cherudin, Muhammad Ilham

Depan : Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, TA Mushafry

sumber : http://suporter.info
Read More

Persib Ditinggalkan Trio Pemain Asing

VIVAnews - Trio pemain asing: Hilton Moreira, Suchao Nuchnum dan Sintaweechai 'Kosin' Hathairattanakool akan meninggalkan Persib Bandung seusai laga melawan Persema Malang, Rabu 23 Desember 2009. Mereka punya alasan masing-masing.

Yang jelas, trio Hilton, Suchao dan Kosin akan pulang kampung. Hilton akan menjenguk keluarganya di Sao Paulo, Brasil dan meninggalkan Indonesia pada 24 Desember 2009.

Dua pemain Thailand, Suchao dan Kosin juga pulang pada 26 Desember 2009. Mereka mudik dalam rangka persiapan timnas Thailand melawan Yordania pada kualifikasi Piala Asia 2011 di Bangkok, 6 Januari 2010.

Rencananya, Hilton kembali ke Indonesia pada 3 Januari 2010, sedangkan Kosin dan Suchao pada 7 Januari. Setelah melawan Persema, Persib akan kembali bertanding di Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 melawan Persija Jakarta pada 9 Januari 2010.

"Rencananya, saya ingin pulang ke Brasil. Saya sudah kangen dengan keluarga di sana," kata Hilton di situs Persib.

Hilton mengaku sangat ingin melihat perkembangan putra pertamanya yang telah berusia lima bulan. Sejak kembali ke Indonesia, dia hanya mengetahui perkembangan anaknya melalui telepon.

Kendati selalu ingat keluarganya, Hilton belum berencana untuk memboyong istri dan anaknya ke Indonesia. Hilton lebih memilih anaknya dibesarkan di Brasil.


sumber : http://bola.vivanews.com
Read More

Persija vs Persitara Tidak Dapat Izin

VIVAnews - Partai derby Jakarta antara Persija kontra Persitara batal digelar pada Rabu, 23 Desember 2009. Belum ditentukan kapan jadwal baru untuk dua tim ibukota ini.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan kalau panitia tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk menggelar partai ini. Pertandingan ini semula dijadwalkan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Liga akan memanggil kedua tim untuk membahas kapan tanggal penggantinya. Usulannya belum ada, kami akan bertemu dulu (dengan Persija dan Persitara)," kata Joko.

Tidak keluarnya izin dari pihak keamanan karena jadwal pertandingan terlalu dekat dengan Hari Raya Natal dan tahun baru. Pada H-7 hingga H+7, konsentrasi kepolisian difokuskan untuk menjaga keamanan di tempat-tempat umum yang lain.


sumber : http://bola.vivanews.com
Read More

PSM Putus Kontrak Daryoush dan Baroni

Dianggap gagal memberikan kontribusi berarti bagi tim di Liga Super Indonesia, dua pemain asing PSM Makassar yakni Daryoush "Dariu" Ayyoubi (Iran) dan Daniel Suarez Baroni (Brasil) diputus kontraknya, Senin (21/12).

Keputusan itu diambil dalam rapat tertutup yang digelar Senin tadi malam di Kafe Toraja Mall Ratu Indah, Makassar. Rapat itu sendiri dipimpin langsung Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, didampingi para asistennya, Faisal Maming, Syahrir Cakkari, Suhardi Hamid, Abdi Tunggal, pelatih dan seluruh jajaran asisten pelatih.

Selain membahas soal kontrak Dariu-Baroni, dibicarakan pula rencana perekrutan pemain di transfer window dan mereview ulang kontrak apparel tim PSM dengan Specs selaku sponsor.

"Pemutusan kontrak keduanya memang belum resmi karena yang berwenang melakukannya adalah Pak Ilham Arif Sirajuddin selaku Ketua Umum PSM," kata Manajer Hendra Sirajuddin.

Masalah ini sebelumnya menjadi berlarut-larut karena draft kontrak asli kedua pemain tersebut masih dipegang Manajer lama, Kadir Halid.

"Ada beberapa poin yang mesti dipelajari lebih detail," lanjut Hendra.

Dariu tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di PSM dengan menerima gaji sekitar Rp. 40 juta per bulan dengan kontrak Rp. 780 juta semusim. Sedangkan untuk Baroni, ia mendapat Rp. 34 juta per bulan atau Rp. 500 juta semusim.

Dengan keputusan ini, PSM wajib membayar kompensasi masing-masing satu bulan gaji. Namun jika mereka melapor ke FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) terkait dengan pemutusan kontrak itu, PSM siap membayar penuh.

Kasus ini ternyat bukan kali pertama terjadi. PSM pernah kalah dalam kasus Leo Chitescu (Rumania) yang menuntut gaji sisa di PSM sebelum dipinjamkan ke Persib Bandung. FIFA mewajibkan PSM untuk membayar sisa gaji Leo dan itu sudah dipenuhi.


sumber : http://biangbola.com
Read More

Bontang FC vs Pelita Jaya

Karawang - Bontang FC berhasil mencuri satu poin dari tuan rumah Pelita Jaya dalam laga di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Rabu (16/12). Satria Feri dan kawan-kawan mampu menahan imbang Pelita Jaya 0-0. Hasil itu sesuai target pelatih Fachri Husaeni yang ingin mencuri poin dari tuan rumah.

Bontang FC bermain bertahan dengan pola 4-5-1 sejak peluit babak pertama dibunyikan. “Kami tampil mengecewakan hari ini, banyak peluang yang tidak bisa jadi gol," ujar Fachri menanggapi permainan timnya.

Dengan hasil tersebut, Pelita Jaya sulit beranjak dari zona degradasi. Dari 11 laga yang telah dijalani, Pelita Jaya baru mengumpulkan tujuh poin, hasil dari sekali menang dan empat kali seri.


sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persijap vs Persema 3-1

Jepara - Tuan rumah Persijap Jepara berhasil memenuhi ambisinya meraih angka penuh. Dalam duel lanjutan Djarum Indonesia Super League 2009/2010 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Rabu (16/12), Persijap membungkam tamunya Persema Malang, 3-1.

Pada babak pertama, Persema lebih mendomisi pertandingan. Tim besutan pelatih Subangkit ini kerab menciptakan peluang melalui Robby Gaspar, Sutaji, Bima Sakti, Siswanto, Jairon Falenciano, dan Brima Pepito Sanusi. Sayang, tak satu pun kesempatan yang ada bisa dimaksimalkan.

Meskipun tampil kurang bagus, Persijap juga mendapatkan dua peluang melalui Noorhadi setelah menerima umpan dari Pablo Francis yang lolos dari jebakan off side. Tetapi tendangan Noorhadi berhasil ditangkap kiper Persema I Komang Putra. Kemudian tendangan keras Nurul Huda dari jarak jauh memaksa kiper Persema tersebut menjatuhkan diri untuk menghalau bola yang berjalan dengan kencang.

Memasuki babak kedua, tuan rumah terlihat mulai menemukan pola permainan terbaiknya. Gol yang dinantikan tiba pada menit ke-59, ketika bola sundulan Pablo Francis yang menerima umpan Phaytoon Tiabma tak bisa dihalau I Komang Putra.

Persijap menambah kemenangan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Johan Juansyah yang masuk menggantikan Noorhadi pada menit ke-59. Gol tersebut terjadi setelah mendapat umpan Dari Isdiantono yang manyisiir dari sisi kanan pertahanan Persema.

Persema memperkecil ketinggalannya melalui gol tendangan jarak jauh yang dilakukan pemain belakang Seme Pierre Patrick menit ke-74. Gol ketiga Persijap kembali diciptakan Pablo Francis pada menit ke-88 setelah memanfaatkan salah pengertian antara Bima Sakti dengan I Komang Putra. Bima bermaksud mengumpan bola kepada kiper Komang tetapi Pablo menyerobot dan menendang bola ke arah gawang Persema.


sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Persik vs PSM

Kediri - Persik Kediri tampil maksimal saat mengalahkan PSM Makassar 4-0 dalam laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/12). Dua gol diciptakan oleh striker termuda yang juga pemain Tim Nasional U-23 Yongki Aribowo. Satu gol dipersembahkan oleh striker Patricio Morales dan satu lagi gol tambahan ditorehkan oleh pemain lini belakang OK John melalui tendangan penalti.

Laga antara Persik dan PSM berjalan sangat atraktif. PSM berupaya menguasai lapangan dengan memainkan variasi tempo cepat dan lambat. Namun tim tuan rumah yang membangun serangan dengan lebih hati-hati, berhasil mencuri poin di menit pertama melalui tendangan Yongki Aribowo.

Pada menit ke-26 Persik kembali menyarangkan gol ke gawang PSM yang dikawal ketat oleh kiper Samsidar melalui sundulan kepala Patricio Morales. Gol kedua ini semakin memantapkan kemenangan Persik.

Seusai turun minum, PSM meningkatkan tempo permainan. Beberapa kali para pemain penyerang PSM mencoba menekan lini pertahanan Persik. Sejumlah pemain tengah dan pemain belakang tim asal pulau Sulawesi ini terlihat membantu penyerangan.
Namun, sangat disayangkan keikutsertaan para pemain belakang dan pemain lini tengah membantu penyerangan ini justru menjadi bumerang bagi PSM. Ketidakdisiplinan pemain yang meninggalkan posnya masing-masing, membuat pemain Persik leluasa melanc arkan serangan balasan.

Pada menit ke-89 Yongki Aribowo kembali menjebol gawang PSM melalui tendangan langsung jarak jauh dari luar kotak penalti setelah berhasil melewati lini pertahanan. Kemenangan Persik pun semakin kuat dengan keunggulan 3-0.
Tidak disangka, di pengujung pertandingan, Persik malah mendapat hadiah penalti yang dieksekusi oleh OK John pada menit ke-90. Penalti diberikan atas pelanggaran kiper Samsidar terhadap pemain Persik Wawan Widiantoro.
Duel Persik melawan PSM berlangsung keras. Hal itu bisa dilihat dari empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit dan satu kartu merah yang dihadiahkan kepada pemain belakang Persik Gunawan Dwi Cahyo.

Pelatih Persik Gusnul Yakin mengaku sangat puas. Menurutnya kemenangan pada pertandingan melawan PSM merupakan buah kesabaran dari para pemain Persik. Dengan 10 pemain di babak kedua, karena satu pemain diganjar kartu merah, kami tetap bisa memukul lawan. Ini berkat kesabaran dan kedisiplinan pemain untuk mematuhi zona masing-masing, ujarnya.
Sementara itu pelatih PSM Hanafing dengan wajah kusut mengakui jika permainan timnya sangat kacau. “Ketika Persik main 10 orang, kita punya peluang. Tapi karena anak-anak tidak disiplin, mereka justru kebobolan. Dua gol yang terakhir itu terjadi karena kesalahan kita sendiri,” tandasnya.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
Read More

Sriwijaya FC vs Pesema

Palembang (ANTARA) - Laga Sriwijaya FC melawan Pesema di Malang, Jawa Timur,Miggu sekitar pukul 15.30 WIB, menjadi kesempatan kapten Tim Nasional U-23 Tony Sucipto untuk melampiaskan kegagalannya di SEA Games XXV di Laos beberapa waktu lalu.

"Saya merasa termotivasi untuk menang pada saat melawan Persema nanti. Karena kegagalan di SEA Games pekan lalau, terlalu menyakitkan saya," ujar dia yang dihubungi dari Palembang, Minggu pagi.

Dia mengatakan, hanya sebuah kemenangan yang dapat membuatnya bangkit dari keterpurukan sehingga kembali percaya diri.

"Kegagalan kami tidak lolos ke babak kedua, seolah membuat energi saya tertahan. Laga melawan Persema ini adalah kesempatan saya untuk menumpahkannya," ujar mantan pemain Persijatim ini.

Dia pun berharap pelatih SFC Rahmad Darmawan dapat memberikan kepercayaan.

"Jika diberikan kepercayaan oleh pelatih, maka saya akan bermain sebaik mungkin. Bermain maksimal dan meraih poin penuh di laga tandang nanti menjadi target tim dan saya secara pribadi," tegas Tony.

Dia pun mengaku siap diturunkan diposisi manapun, baik sebagai starter (pemain inti) maupun pengganti.

"Intinya saya siap bermain dan memberikan yang terbaik untuk SFC," kata pemuda lajang usia 23 tahun ini.

Tony Sucipto menjadi suntikan tenaga baru di lini tengah "Laskar Wong Kito".

Masuknya kapten Timnas U-23 ini membuat lini tengah SFC semakin solid.

Dia memiliki kemampuan sebagai gelandang bertahan sekaligus sebagai pengatur serangan, yang dapat diturunkan di beberapa lini seperti sayap kanan, sayap kiri, bek tengah bahkan sebagai penyerang.

"Tony memiliki karakter yang sama dengan Ponaryo. Bergabungnya dia akan semakin membuat lini tengah SFC menjadi solid," kata Rahmad Darmawan.

Menurut dia, keduanya memiliki karakter yang relatif sama, bagus dapat membawa bola, mengumpan, dan tahu kapan bola harus langsung dilepas, atau ditahan di lini tengah sebelum di kirim ke lini depan.



sumber :
http://id.mc761.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=1&.tm=1261360640&.rand=7urdfq10fmlcv
http://antaranews.com
Read More